TINGKAT KEPUASAN SANGAT BAIK, FK UMI LANJUTKAN KERJASAMA
RSUD Andi Makkasau Kota Parepare salah satu dari sekian banyak rumah sakit yang ada di sulawesi selatan merupakan jejaring dari Rumah Sakit Ibnu Sina, Rumah Sakit Pendidikan utama Fakultas Kedokteran UMI.
Kerjasama ini sudah berjalan kurang lebih 3 tahun, bukan hanya dalam hal layanan kesehatan tetapi juga layanan pendidikan dengan menempatkan beberapa dokter CoAs dari Fakultas Kedokteran UMI di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat.
Untuk membahas kelanjutan kerjasama, Dekan Fakultas Kedokteran UMI, Prof. DR, dr Syarifuddin Wahid, SpPA, PhD., beserta rombongan sengaja datang berkunjungan guna meningkatkan silaturahmi dengan jajaran manajemen RSUD Andi Makkasau, Kamis, (19/12/2019) di Aula Lt. II.
Menurut Prof Syarifuddin, RSUD Andi Makkasau merupakan salah satu rumah sakit yang mendapatkan respon baik dari para mahasiswa yang pernah melakukan magang. Apalagi ditunjang dengan beberapa alasan yakni sarana dan prasarana lengkap, sumber daya manusia yang tidak diragukan lagi dengan ditunjang dokter spesialis yang cukup memadai, serta kasus penyakit di Kota Parepare yang bervariasi.
PENUTUPAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-55 TAHUN 2019 KOTA PAREPARE
Puncak pelaksanaan Hari Kesehatan Nasional yang ke-55 Kota Parepare tahun 2019 dipusatkan disalah satu ikon Kota Parepare yakni Tonrangeng River Side, selasa (26/11/2019). Diawali dengan laporan Ketua Panitia dr. Ibrahim Kasim, Sp. B, M.Kes yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Ikatan Dokter Indonesia cabang Parepare.
Dr. H.M. Taufan Pawe, SH, MH bertindak selaku pembina apel pada penutupan HUT HKN Kota Parepare yang ke-55 turut hadir pula mendampingi Walikota Parepare, Asisten I Kota Parepare Dra. Hj. Siti Amina Amin , Direktur RSUD Andi Makkasau dr. Hj. Renny Anggraeny Sari, MARS.DPDK, Dandim 1405/Malussetasi Letkol (Kav) Ali Syahputra Siregar, Kapolres Parepare AKBP Budi Susanto, S.IK, perwakilan BPJS Cabang Parepare dan beberapa dari BUMN ikut serta dalam perhelatan penutupan HKN tahun ini.
Didalam sambutannya Walikota Parepare mengatakan akan menjadikan Kota Parepare sebagai sentral pelayanan untuk cuci darah (Hemodialisa-red) di Sulawesi Selatan, melanjutkan pembangunan rumah sakit Hasri Ainun Habibie yang soft opening akan dilaksanakan pada bulan Februari 2020 dan meningkatkan status PKM Madising na Mario menjadi rumah sakit Type D.
Penutupan HKN sekaligus penyerahan piala bergilir oleh Walikota Parepare kepada juara bertahan RSAD Dr Sumantri yang dua tahun bertutut-turut mempertahankan gelar juaranya. Pada posisi kedua dan ketiga diraih oleh RS. Fatima dan Politeknik Kesehatan Parepare .
Defile peserta dan senam kaka' enda yang pesertanya terdiri dari beberapa Organisasi Profesi ( OP ), rumah sakit, akademi keperawatan, apotik, klinik kesehatan dan penyelia jasa kesehatan yang jumlahnya tidak kurang dari 2000 orang menutup semua rangkaian kegiatan HUT HKN Kota Parepare tahun 2019.
UPACARA PERINGATAN HARI KESEHATAN NASIONAL KE-55 TAHUN
Sekertaris Daerah Kota Parepare H. Iwan Asaad, AP, M.Si bertindak sebagai Inspektur Upacara pada Hari Kesadaran Nasional dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional ke 55 Tahun 2019 dengan tema Generasi Sehat Indonesia Unggul, di lapangan Binalipu, Senin (18/11/2019).
H. Iwan Asaad, AP, M.Si yang membacakan sambutan Walikota Parepare DR.H.M Taufan Pawe SH.MH mengatakan ada dua isu kesehatan utama yang harus diselesaikan terkait membangun SDM yang berkualitas, yaitu Stunting dan Jaminan Kesehatan Nasional. Selain itu masih ada beberapa masalah yang harus diatasi, yaitu tingginya harga obat dan alat kesehatan. Serta masih rendahnya penggunaan alat kesehatan buatan luar negeri.
Pengentasan isu-isu krusial ini telah dilaksanakan dan menghasilkan perbaikan, antara lain dengan menurunnya angka kematian ibu dan anak, menurunnya angka stunting, meningkatnya cakupan imunisasi serta berhasilnya pengendalian penyakit menular dengan menurunnya angka TB.
Dalam kurun waktu 5 tahun angka Stunting telah berhasil diturunkan hampir 10%.
Ada 3 pilar dalam pembangunan kesehatan yaitu paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan, dan penyediaan biaya Jaminan Kesehatan Nasional. Ketiga pilar ini dilakukan melalui kegiatan promotif dan preventif dengan beberapa program unggulan bidang kesehatan, seperti Germas atau “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat”, PIS-PK atau “Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga” dan NS atau “Nusantara Sehat”.
Upacara Hari Kesadaran Nasional dan Hari Kesehatan Nasional ke-55, dihadiri seluruh SKPD dan juga perwakilan dari Organisasi Profesi Kesehatan yang ada di Kota Parepare.
KUNJUNGAN WALIKOTA PAREPARE KE RSUD ANDI MAKKASAU
Walikota Parepare DR.HM Taufan Pawe, SH, MH melakukan kunjungan ke RSUD Andi Makkasau, bersama Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Hj St Aminah Amin dan disambut oleh Direktur RSUD Andi Makkasau dr.Hj. Renny Anggraeny Sari, M. Kes, Selasa 05/11/2019 .
Pada kesempatan ini, Walikota memaparkan progres beberapa hal yakni terkait pembangunan RS Hasri Ainun Habibie dan juga peningkatan mutu layanan kesehatan dihadapan management RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.
Semoga kedepannya bidang kesehatan di Kota Parepare terus memberikan peningkatan pelayanan menjadi lebih baik. Sehingga impian menjadikan Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap dapat terwujud sesuai dengan Visi dan Misi Walikota Parepare.
BAYI KEMBAR TIGA LAHIR DI RSUD ANDI MAKKASAU PAREPARE
Rona bahagia terpancar dari pasangan suami istri Andi Halim (28) Elma Ersanti (22) warga Lautan Salo Kabupaten Sidenreng Rappang. Betapa tidak, mereka langsung dikaruniai 3 bayi kembar berjenis kelamin perempuan yang dilahirkan melalui proses operasi pada hari ahad (20/10/2019) pukul 13.15 wita di RSUD Andi Makkasau Kota Parepare.
Andi Halim mengaku tidak ada firasat atau mimpi yang dialami pada masa kehamilan pertama sang istri. Semuanya berjalan normal saja layaknya ibu hamil pada umumnya. Rencananya nama yang akan diberikan kepada bayi cantiknya, yang pertama Najwa, kedua Najma dan bayi ketiga Nayra.
“Perutnya memang sangat besar, dan waktu USG dokter di Sidrap cuma mengatakan kembar 2. Nanti setelah chek up di Parepare, baru ketahuan ternyata ada 3, makanya selama hamil, kami memilih menjalani pemeriksaan disini.” Ungkapnya.
Saat ini Elma Ersanti ibu bayi kembar 3 masih menjalani perawatan intensive di RSUD Andi Makkasau dan kondisinya sudah semakin membaik pasca operasi. Sementara ketiga sang buah hati masih ditangani bagian NICU (Neonatal Intensive Care Unit) karena masih membutuhkan perawatan.
Menurut Ners Nurlia Penanggungjawab ruang NICU mengatakan, ketiga bayi kembar lahir dengan kondisi lengkap. Tidak ada yang cacat dan masih terbilang normal, hanya saja kondisinya memang harus betul-betul dipantau untuk mengontrol suhu badan dan kestabilan gula darah.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa hal ini dilakukan karena berat badan bayi bermasalah . Bayi Najwa lahir dengan berat 1.700 gram, sementara yang kedua bayi Najma beratnya 1.500 gram, dan yang terakhir bayi Nayra hanya memiliki berat 1.200 gram. Hal ini disebabkan selama berada didalam kandungan mereka harus berbagi nutrisi, selain itu usia kehamilan sang ibu hanya sekitar 35 minggu.
TIM PENILAI DARI BADAN PUSAT STATISTIK (BPS) MELAKUKAN KUNJUNGAN KE RSUD ANDI MAKKASAU
Tim penilai dari Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan kunjungan ke Rumah Sakit Andi Makkasau Kota Parepare, rabu (21/08/2019). Tim dari BPS Pusat diterima langsung Direktur RSUD Andi Makkasau dr. Hj. Renny Anggraeni, M.Kes.
Kunjungan ini dilaksanakan selama 3 hari, untuk melihat pelayanan yang ada di Rumah Sakit, apakah sesuai dengan Standar Pelayanan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan.
Sebanyak 30 pasien yang diwawancarai langsung oleh tim survei, baik di rawat inap dan rawat jalan maupun di Instalasi Gawat Darurat (IGD).
RSUD ANDI MAKKASAU MENGADAKAN PELATIHAN PARENTING CLASS
Rumah Sakit Umum Andi Makkasau menggelar Pelatihan Parenting Class Resusitasi Neonatus dan Resusitasi Dewasa, kamis (15/08/2019) di aula lantai II. Pelatihan ini diperuntukkan bagi para perawat untuk meningkatkan kapasitas dalam memberikan pelayanan pada kasus resusitasi. Dr. Yulianti Muchtar yang hadir pada kegiatan ini akan memberikan materi bagaimana penangan tepat Resusitasi Neonates. Selain materi juga ada sesi praktek didampingi oleh Ners Nurliati yang merupakan penanggungjawab ruangan NICU RSUD Andi Makkasau. Pada materi selanjutnya Ners Arfah akan memberikan materi neonatus dewasa.
Dr. Yulianti Muchtar menjelaskan Resusitasi Neonatus merupakan tindakan pemberian bantuan nafas dan jantung kepada bayi baru lahir yang disebabkan oleh asfiksia (gangguan penyebaran oksigen ke jaringan tubuh akibat terganggunya fungsi paruparu). Asfiksia merupakan faktor penyebab kasus kematian neonates hingga 19% dari 5 juta kasus setiap tahunnya. Sebelum melakukan Resusitasi Neonatus dibutuhkan persiapan yang matang yakni persiapan keluarga, persiapan tempat, persiapan diri dan alat resusitasi yang lengkap.
“Komunikasi yang terjalin antara ibu dan suami mesti dilakukan dengan baik, terkait kemungkinan yang bisa saja terjadi pada ibu dan bayi.” ujar Dr. Yulianti Muchtar.
RSUD ANDI MAKKASAU BERPARTISIPASI DALAM KEMERIAHAN HUT RI KE- 74 TAHUN
Dalam rangka memeriahkan hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke 74 Tahun, karyawan Rumah Sakit Umum Andi Makkasau Kota Parepare turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba gerak jalan kategori instansi dan umum yang diselenggarakan Pemerintah Kota Parepare, Senin (05/08/2019).
Meskipun lomba diadakan pada malam hari, tidak menyurutkan semangat peserta menunjukkan performa terbaiknya dihadapan dewan juri dan masyarakat yang menonton di sepanjang rute lomba gerak jalan.
Menggunakan seragam merah putih layaknya bendera Negara bertuliskan angka 74 sesuai dengan usia Bangsa Indonesia, rombongan start dari area Balai Ainun Habibie melewati Jalan Sultan Hasanuddin, belok ke Jalan Lasinrang, lalu Jalan Andi Makkasau, beberapa ruas jalan yang telah ditentukan dan finish kembali ditempat yang sama Balai Ainun Habibie.
Keikutsertaan karyawan RSUD Andi Makkasau dalam lomba gerak jalan yang merupakan agenda rutin pemerintah daerah setiap tahunnya adalah salah satu bentuk dukungan visi misi pemerintah daerah menjadikan Parepare sebagai Kota Industri Tanpa Cerobong Asap, dengan 3 pilar saling berkaitan yakni Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata.
KEMENPAN RB LAKUKAN EVALUASI PENILAIAN PELAYANAN PUBLIK DI RSUD ANDI MAKKASAU
Tim Evaluasi Penilaian Pelayanan Publik dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi melakukan kunjungan ke RSUD Andi Makkasau Kota Parepare, selasa (30/07/2019). Rombongan yang terdiri 4 orang ini diterima langsung oleh Direktur RSUD Andi Makkasau dr.Hj Renny Anggraeny Sari, M.Kes beserta seluruh jajarannya.
Penilaian ini dilakukan untuk melihat secara langsung penerapan UU No 25 Tahun 2009 tentang pelayanan publik. Sejauh mana instansi pemerintah melaksanakan amanat undang-undang, sehingga masyarakat dapat menerima layanan secara maksimal.
Menurut Dra.Rosmala selaku Ketua Tim Evaluasi mengatakan, ada beberapa komponen yang dinilai oleh tim yakni persyaratan pelayanan, sistem yang diterapkan, mekanisme dan prosedur pelayan, jangka waktu pelayanan, biaya, produk pelayanan, penanganan pengadauan, saran dan masukan, dasar hukum, sarana prasarana, kompetensi pelaksana, pengawasan internal, jumlah pelaksanaan, jaminan pelayanan, jaminan keamanan dan keselamatan pelayanan dan evaluasi kinerja pelayanan.
Hal yang sangat penting dalam penilaian kompetensi SDM yaitu bagaimana kesigapan petugas dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Tak kalah pentingnya perilaku petugas juga menjadi penilaian tim dari kemenpan RB serta kode etik profesi. Dalam hal sarana dan prasarana rumah sakit mesti menyediakan lahan parkir yang memadai, fasilitas ruang tunggu yang nyaman terutama bagi penyandang disabilitas serta sarana penunjang lainnya.
Pengaduan juga menjadi aspek penilaian, instansi harus menyediakan sarana atau media untuk masyarakat menyalurkan keluhannya terkait kebijakan dan pelayanan yang diterima. Rumah Sakit Umum Andi Makkasau menyediakan beberapa saluran untuk masyarakat yang ingin melakukan pengaduan. Dapat melalui facebook, sms, whatsapp, instagram, email, website, atau datang langsung ke ruang pengaduan yang telah disediakan.
Pihak Rumah sakit sepakat untuk memakai baju adat Sulawesi Selatan dalam memperingati HUT Kota Parepare
PAREPARE -- Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau Kota Parepare, Senin, (18/2/2019) tidak seperti hari biasanya, pasalnya, petugas medis selama ini mengenakan seragam serba putih dalam melayani pasien. Namun, kali ini terlihat unik dengan mengenakan busana adat tradisional SulawesiSelatan di semua ruang rawat inap maupun rawat jalan.
Kostum yang tak lazim digunakan petugas layanan medis bidang fungsional itu, menarik perhatian pasien maupun keluarganya, karena busana adat mereka dianggap membuat suasana layanan medis terkesan berbeda dibanding hari biasanya.
“Senangki lihat para Dokter dan perawat pakai baju adat. Beda hari-hari sebelumnya dengan pakaian serba putih. Tadi sempat heran karena tidak biasanya,” ujar Fatmawati, salah satu pasien yang sedang menjalani rawat inap di Ruang Seruni 1 RSUD Andi Makkasau, Parepare.
Meskipun terlihat ribet dengan aksesoris pakaian adat, seperti baju Toraja, namun layanan medis unik dengan aneka kostum adat Sulsel itu tidak mengganggu pelayanan di rumah sakit terakreditasi Madya itu.
Direktur RSUD Andi Makkasau, dr Renny Anggraeni Sari mengatakan, pakaian adat Sulsel tidak hanya dikenakan perawat dan Dokter saja, tapi hampir seluruh Pegawai RSUD.
Mereka bahkan tak segan merias wajah dan menyempurnakan aneka kostum tradisional mereka hingga benar-benar mirip pakaian adat daerah-daerah yang ada di Sulsel, seperti waju Tokko Bugis, Makassar, dan Toraja.
Dokter Spesialis Paru RSUD Andi Makkasau, Nevy Shinta Damayanti mengenakan pakaian adat Toraja saat memeriksa pasiennya, Senin, 18 Februari 2019.
“Pihak Rumah sakit hari ini sepakat untuk memakai baju adat Sulawesi Selatan dalam memperingati HUT Kota Parepare. Meskipun berpakaian adat, namun tidak sama sekali mengganggu pelayanan di Rumah Sakit Andi Makkasau. Semua memakainya senang dan malah seru-seruan dengan pakaian adat,” ujar dr Renny yang terlihat mengenakan pakaian adat Bugis ini.