Ut wisi enim ad minim veniam, quis laore nostrud exerci tation ulm hedi corper turet suscipit lobortis nisl ut

social media
Recent Posts

    Sorry, no posts matched your criteria.

RSUD ANDI MAKKASAU

TINGKATKAN KAPASITAS PERAWAT, RSUD ANDI MAKKASAU GELAR WORKSHOP TB/HIV

Tim Pokja Penanggulangan HIV/AIDS RSUD Andi Makkasau Parepare mengadakan Workshop Kolaborasi TB/HIV di Aula Lantai 2 , selasa dan rabu ( 23/07/2019 sampai 24/07/2019). Adapun Pemateri dari workhsop ini yaitu dr. Ayu Purnamasari, Sp.Pd dari RSUD Andi Makkasau, Bakri, S.Kep Dinas Kesehatan Kota Parepare, dan Abd. Risal, S.Kep.Ns dari Puskesmas Madising.

Tujuan diadakan workshop ini adalah agar peserta mampu menjelaskan informasi dasar TB, HIV dan TB-HIV serta melakukan perawatan, dukungan dan pengobatan pada pasien TB dengan HIV positif.

Menurut dr. Ayu Purnamasari, Sp.Pd, TB merupakan penyakit infeksi pada paru-paru yang disebabkan kuman TB. Penularan TB dapat melalui batuk atau bersin. Faktor yang memungkinkan seseorang terjangkit TB ditentukan oleh konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghidup udara. Diantara pasien yang terinfeksi TB, hanya 10% yang akan menjadi sakit TB.

Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi pasien TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, diantaranya infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk). HIV  merupakan faktor risiko yang paling kuat bagi yang terinfeksi TB menjadi sakit TB.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) merupakan virus penyebab AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yang melemahkan sistem kekebalan atau perlindungan tubuh, yang memerlukan perawatan, pengobatan dan pemantauan secara terus menerus.

Bakri, S.Kep menambahkan HIV merupakan infeksi kronis yang memerlukan perawatan, pengobatan dan pemantauan secara terus menerus seperti halnya penyakit kronis lainnya (misal hipertensi, diabetes, SLE, dll). Pengobatan TB-HIV mengacu pada pedoman nasional yang berlaku, dengan menggunakan Terapi Antiretroviral  (ARV). Terapi ARV ini dapat mengurangi kesakitan, kematian dan meningkatkan kualitas hidup ODHA. Tujuan pemberian ARV ini untuk menghambat replikasi virus, menurunkan jumlah virus dan diikuti dengan peningkatan jumlah CD4. Sehingga sistem kekebalan tubuh mempunyai kesempatan untuk pulih kembali sehingga infeksi oprtunistik berkurang.

Pada prinsipnya pengobatan TB pada pasien ko-infeksi TB HIV harus segera diberikan,  paling cepat 2  minggu dan paling lambat 8 minggu kecuali kondisi klinis tidak ada perbaikan atau ada gangguan fungsi hati. Pasien yang akan mendapatkan terapi ARV harus memiliki pengawasan dalam hal minum obat. Jika pasien tidak patuh, maka pasien akan mengalami kegagalan terapi dan menjadi sakit kembali.

Post a Comment